Puasa Ramadhan Bagi Anak



Anak anak memang belum diwajibkan untuk berpuasa, tapi pada bulan Ramadhan anak anak pada umur yang belum diwajibkan untuk puasa bisanya mulai belajar mengenai puasa. Selama bulan puasa, anak anak dapat mempelajari hakikat dari bulan puasa dan bagaimana berpuasa yang baik. Untuk mendapatkan pengalaman mengenai puasa selama bulan Ramadhan, meraka bisa mencoba berpuasa untuk beberapa hari atau beberapa jam saja. Baru ketika mereka siap, puasa Ramadhan selama sebulan penuh dan dari waktu sahur sampai berbuka dapat dilakukan.
Masa anak anak merupakan masa pertumbuhan sehingga anak anak perlu asupan gizi yang penuh. Sementara selama bulan Ramadhan asupan makanan terbatas. Lalu bagaimana agar anak anak yang menjalani puasa tetap terpenuhi kebutuhan gizinya?
Kunci dari puasa pada anak anak adalah keseimbangan gizi. Pada saat menjalankan puasa anak anak perlu menjaga nutrisinya dan kada air dalam tubuh. Oleh sebab itu orang tua perlu benar benar merencanakan menu untuk anak selama bulan puasa sehingga anak anak mendapatkan nutrisi yang cukup selama menjalankan puasa.
Energi untuk beraktivitas selama bulan puasa tidak perlu dikhawatirkan. Glukosa merupakan asupan energy utama tubuh, namun jika tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa selama dalam jangka waktu yang panjang, tubuh akan memakai glikogen yang ada dalam liver. Jika cadangan glikogen dalam liver sudah habis maka  cadangan dalam glikogen otot. Namun jika ingin  mendapatkan sumber energi yang mudah dicerna atau suplemen alami selama anak anak menjalankan ibadah puasa, madu dapat menjadi pilihan. Terlebih madu merupapakan sumber vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak anak. Sehingga anda tak perlu khawatir mengenai nutrisi anak selama menjalankan Ibadah puasa bulan Ramadhan.

23.15 | Posted in , | Read More »

Kemah Dakwah 3 Th 2011


Kemda 3 Th 2011 (Kreasi Seni)
Kemda 3 Th 2011 (Kreasi Seni)
Kemda 3 Th 2011 (Dokumenter)
Kemda 3 Th 2011 (Kreasi Seni)
Kemda 3 Th 2011 (Kreasi Seni)
Kemda 3 Th 2011 (Pa Didi Rasyidi)
Kemda 3 Th 2011 (Kg Cecep)
Kemda 3 Th 2011 (Kg Cecep)
Kemda 3 Th 2011 (Kreasi Seni)




20.08 | Posted in , | Read More »

DATA BASE 2011 FKDT KABUPATEN CIAMIS

FORMAT DATA BASE 2011 FKDT KABUPATEN CIAMIS, LINK DOWNLOAD BATAS WAKTU PENDATAAN AWAL SEPTEMBER (Kegiatan Halal Bil Halal atos kedah limit)

19.16 | Posted in , , , , | Read More »

Album Kemah Dakwah ke-2 Thn 2009

20.50 | Posted in , | Read More »

PROFIL FKDT Kecamatan Rancah

PROFIL FKDT KECAMATAN RANCAH

A. STRUKTUR ORGANISASI

I.    Penasehat                           : 1. Kepala KUA Kec. Rancah
                                                   2. H.M. Mumu Rohman, S.Ag.
                                                   3. Drs. D. Rasyidi
      Pembina                              : Waspenda Islam Kec. Rancah

II.  Pengurus FKDT Masa Bakti 2008 - 2012

      1. Ketua                 : Syarip Hidayat, S.Ag.
      2. Wakil Ketua       : Udung Abullah Al-Qoni
     Sekretaris
1.      Sekretaris          : Joko Trijadiarto, S.Pd.I.
2.      Wk.Sekretaris   : Nana Supriatna, S.Ag.

     Bendahara                : Komar

     Seksi-seksi
1.      Seksi Pelayanan dan Bimbingan di Bidang Kurikulum

Fifin Syarif Arifin, S.Ag.
Rosyidin, A.Ma.
AM. Karsim

2.      Seksi Pembinaan  Ketenagaan dan Sarana

Ali Asghor
Husen Sy.
Rustam Efendi

3.      Seksi Supervisi dan Evaluasi

Aj. Cucu Syamsulmillah
            Iman Supriyadi, S.Pd.

4.      Seksi Evaluasi Program

Tarsyidin
Mursyid H.

B. Visi dan Misi FKDT

I.Visi FKDT

     “ Madrasah yang Bermartabat “

  II. Misi FKDT
1.       Pembinaan dan pengembangan Madrasah Diniyyah
2.       Peningkatan etos kerja, gairah kerja serta kemampuan yang merata terhadap guru DT
3.       Menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat dan Pemerintah

B. Sasaran Program

Sasaran ke-1 : Pembinaan dan pengembangan Madrasah Diniyyah

Sasaran ke-2 : Koordinasi program kegiatan FKDT dan FKDT KABUPATEN/PROPINSI dalam 
                        penyelenggaraan tugas-tugas pengelolaan Madrasah Diniyyah.

Sasaran ke-3 : Peningkatan etos kerja, gairah kerja serta kemampuan yang 
                        merata terhadap guru DT

Sasaran ke-4 : Pengembangan Inovasi dan kreasi dalam KBM sesuai kurikulum 
                        yang berlaku melalui model-model pembelajaran, evaluasi dan 
                        peningkatan mutu DTA.

C. Rencana Program
Rencana ke-1 : Pembinaan dan pengembangan Madrasah Diniyyah, FKDT memilih beberapa program diantaranya :
1.      Memfasilitasi  DT yang belum memiliki legalitas dalam pengajuan SIOP
2.      Mendorong DT untuk membentuk Majelis Madrasah/Komite Madrasah

Rencana ke-2 : Koordinasi program kegiatan FKDT dan FKDT KABUPATEN/PROPINSI dalam   penyelenggaraan tugas-tugas pengelolaan Madrasah Diniyyah, FKDT menentukan beberapa program diantaranya :

1.     Mengadakan Rapat Kerja dan Rapat Evaluasi Kerja minimal 3 bulan sekali.
2.     Mengadakan monitoring dan verifikasi ke madrasah-madrasah
3.     Pembaharuan KorDes sehubungan adanya pengurus Kordes yang menjadi pengurus FKDT.
4.     Menghadiri rapat koordinasi  dengan dinas terkait dan lembaga-lembaga lainnya.

Rencana ke-3 : Peningkatan etos kerja, gairah kerja serta kemampuan yang  merata terhadap guru DT, FKDT membuat beberapa program antara lain :
1.                                                            Mengadakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP-DT)

2.    Mengadakan Iuran Anggota FKDT Rp. 2.000,- tiap madrasah per-bulan.
3.    Mendorong Guru DT agar memiliki kualifikasi sesuai jenjang kewenangan mengajar  
       di DT.
4.    Mengusahakan Bantuan Dana Stimulan yang seimbang sesuai dengan jumlah DT  
       yang telah memiliki SIOP.

Rencana ke-4 : Pengembangan Inovasi dan kreasi dalam KBM sesuai kurikulum yang berlaku melalui model-model pembelajaran, evaluasi dan   peningkatan mutu DTA, FKDT menentukan beberapa program antara lain :

1.      Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan/Basic Training of Leadershif  (LDK-DT).
2.      Kegiatan Kemah Dakwah tingkat FKDT
3.      Mengusahakan pengadaan Buku-buku Mata Pelajaran

D. Pelaksanaan Program
1.      Program Umum

a.       Pembentukan pengurus periode berikutnya.
b.      Pembenahan organisasi.
c.       Melengkapi organisasi.
d.      Mengadakan lomba kegiatan keagamaan.
e.       Kegiatan kunjungan
f.       Pelaksanaan program pengumpulan dana.

2.      Program khusus

a.      Seksi  Pelayanan dan Bimbingan di Bidang Kurikulum

1.      Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan/Basic Training of Leadershif  (LDK-DT).
2.      Mengadakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP-DT)
3.      Mendorong Guru DT agar memiliki kualifikasi sesuai jenjang kewenangan mengajar di DT.

b.      Seksi  Pembinaan  Ketenagaan dan Sarana

1.      Pembaharuan Kordes
2.      Pengadaan Seragam Anggota (Organisasi) FKDT
3.      Mengusahakan pengadaan Buku-buku Mata Pelajaran
4.      Menjalin kemitraan dengan Lembaga lain.

c.       Seksi Supervisi dan Evaluasi

1.      Mengadakan Rapat Kerja dan Rapat Evaluasi Kerja minimal 3 bulan sekali.
2.      Mengadakan monitoring dan verifikasi ke madrasah-madrasah
3.      Sosialisasi Perda Madrasah Diniyyah

d.      Seksi Evaluasi Program

1.      Mengadakan Rapat Evaluasi Tahunan
2.      Mengadakan Kemah Da'wah tingkat FKDT 1 tahun sekali

21.23 | Posted in , , | Read More »

Pelaksanaan UA DTA Genap Kls 4 Tahun 2011














20.49 | Posted in , , , | Read More »

Suasana UADTA Th 2011


Video lainnya VIDEO

20.11 | Posted in , | Read More »

Pengertian Madrasah Diniyah



Sejarah Islam di Indonesia memperlihatkan bahwa pendidikan keagamaan di sini tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat Muslim. Selama kurun waktu yang panjang, pendidikan keagamaan Islam berjalan secara tradisi, berupa pengajian al-Qur’an dan pengajian kitab, dengan metode yang dikenalkan (terutama di Jawa) dengan nama sorogan, bandongan dan halaqah. Tempat belajar yang digunakan umumnya adalah ruang-ruang masjid atau tempat-tempat shalat “umum” yang dalam istilah setempat disebut: surau, dayah, meunasah, langgar, rangkang, atau mungkin nama lainnya.
Perubahan kelembagaan paling penting terjadi setelah berkembangnya sistem klasikal, yang awalnya diperkenalkan oleh pemerintah kolonial melalui sekolah-sekolah umum yang didirikannya di berbagai wilayah Nusantara. Di Sumatera Barat pendidikan keagamaan klasikal itu dilaporkan dipelopori oleh Zainuddin Labai el-Junusi (1890-1924), yang pada tahun 1915 mendirikan sekolah agama sore yang diberi nama “Madrasah Diniyah” (Diniyah School, al-Madrasah al-Diniyah) (Noer 1991:49; Steenbrink 1986:44). Sistem klasikal seperti rintisan Zainuddin berkembang pula di wilayah Nusantara lainnya, terutama yang mayoritas penduduknya Muslim. Di kemudian hari lembaga-lembaga pendidikan keagamaan itulah yang menjadi cikal bakal dari madrasah-madrasah formal yang berada pada jalur sekolah sekarang. Meskipun sulit untuk memastikan kapan madrasah didirikan dan madrasah mana yang pertama kali berdiri, namun Departemen Agama (dahulu Kementerian Agama) mengakui bahwa setelah Indonesia merdeka sebagian besar sekolah agama berpola madrasah diniyahlah yang berkembang menjadi mad-rasah-madrasah formal (Asrohah 1999:193). Dengan perubahan tersebut berubah pula status kelembagaannya, dari jalur “luar sekolah” yang dikelola penuh oleh masyarakat menjadi “sekolah” di bawah pembinaan Departemen Agama.
Meskipun demikian tercatat masih banyak pula madrasah diniyah yang mempertahankan ciri khasnya yang semula, meskipun dengan status sebagai pendidikan keagamaan luar sekolah. Pada masa yang lebih kemudian, mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 1964, tumbuh pula madrasah-madrasah diniyah tipe baru, sebagai pendidikan tambahan berjenjang bagi murid-murid sekolah umum. Madrasah diniyah itu diatur mengikuti tingkat-tingkat pendi-dikan sekolah umum, yaitu Madrasah Diniyah Awwaliyah untuk murid Sekolah Dasar, Wustha untuk murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, dan ‘Ulya untuk murid Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Madrasah diniyah dalam hal itu dipandang sebagai lembaga pendidikan keagamaan klasikal jalur luar sekolah bagi murid-murid sekolah umum. Data EMIS (yang harus diperlakukan sebagai data sementara karena ketepatan-nya dapat dipersoalkan) mencatat jumlah madrasah diniyah di Indonesia pada tahun ajaran 2005/2006 seluruhnya 15.579 buah dengan jumlah murid 1.750.010 orang.
Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dan Peraturan Pemerintah. Madrasah Diniyah adalah bagian terpadu dari pendidikan nasional untuk memenuhi hasrat masyarakat tentang pendidikan agama. Madrasah Diniyah termasuk ke dalam pendidikan yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan terhadap pengetahuan agama Islam.
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang ditindaklanjuti dengan disyahkannya PP No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan memang menjadi babak baru bagi dunia pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia. Karena itu berarti negara telah menyadari keanekaragaman model dan bentuk pendidikan yang ada di bumi nusantara ini.
Keberadaan peraturan perundangan tersebut seolah menjadi ”tongkat penopang” bagi madrasah diniyah yang sedang mengalami krisis identitas. Karena selama ini, penyelenggaraan pendidikan diniyah ini tidak banyak diketahui bagaimana pola pengelolaannya. Tapi karakteristiknya yang khas menjadikan pendidikan ini layak untuk dimunculkan dan dipertahankan eksistensinya.
Secara umum, setidaknya sudah ada beberapa karakteristik pendidikan diniyah di bumi nusantara ini. Pertama, Pendidikan Diniyah Takmiliyah (suplemen) yang berada di tengah masyarakat dan tidak berada dalam lingkaran pengaruh pondok pesantren. Pendidikan diniyah jenis ini betul-betul merupakan kreasi dan swadaya masyarakat, yang diperuntukkan bagi anak-anak yang menginginkan pengetahuan agama di luar jalur sekolah formal. Kedua, pendidikan diniyah yang berada dalam lingkaran pondok pesantren tertentu, dan bahkan menjadi urat nadi kegiatan pondok pesantren. Ketiga, pendidikan keagamaan yang diselenggarakan sebagai pelengkap (komplemen) pada pendidikan formal di pagi hari. Keempat, pendidikan diniyah yang diselenggarakan di luar pondok pesantren tapi diselenggarakan secara formal di pagi hari, sebagaimana layaknya sekolah formal.

22.50 | Posted in , | Read More »

Pilar-Pilar yang Mengokohkan Dakwah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTaQamO5w1K-BDavHJHCYOuLcNlTvRMsx8kDrQoWBL_WZ6KaTV-AFHVGGCc9SWe-zEM3EZDPmHuvscNp4USDp3f_AHXZgbBIK4ulR5BCCd4XFXq9s6rSIT6esEwGGwjNx9lTcBdRzio-oD/s1600/dakwah.jpg

Ikhwah fillah..Didalam kisah perjalanan dakwah Rasululloh SAW betapa banyak  hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil. Terutama adalah kiat Rasululloh SAW mengokohkan dakwahnya hingga akhirnya berhasil menguasai dunia,menaklukkan kekaisaran Bizantium dan Persia,hingga fathuh Mekkah.   

Terukir didalam Al-Qur,an gambaran saat Alloh memberikan pertolongan dan kemenangan nya kepada Rasululloh dan kaum muslimin dikala itu :
  



Artinya “,Apabila telah datang Pertolongan Alloh dan kemenangan,kamu lihat manusia masuk islam secaraberbondong bondong ,”(Al-Qur,an  Surat  An-nasr  1-2)

Gerangan apakah yang dilakukan Rasululloh dalam rangka mengokohkan dan memenangkan dakwah?

Tiga Pilar Pengokoh Dakwah

1.UMUUMUD DA,WAH : MENJADIKAN DAKWAH SEBAGAI  ISSU CENTRAL

Dalam bahasa lainnya disebut SOSIALISASI. Tidak ada satu pintupun yang tidak didatangi oleh rasululloh dikala itu(mungkin  1 juta pintu-pen),bahkan disetiap orang berkumpul disitulah rasululloh selalu mensosialisasikan dakwah tanpa takut  akan ditolak, diintrogasi, diintimidasi Dll.

Sebagaimana firman Alloh dalam Al-Quran Surat Al-A'raaf ayat 158:


Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".(Q-S :7 : 158)

Pertemuan pertama antara Nabi dan kaum kerabatnya berlangsung di bukit Shafa, yang kemudian dikacaukan oleh Abdul Uzza (Abu Lahab). Pertemuan kedua pun dikacaukan juga oleh Abu Lahab. Pada saat itu Nabi menyampaikan kepada kerabatnya bahwa beliau tidak mungkin berdusta dan menipu kerabatnya itu, lalu beliau memperkenalkan diri sebagai utusan Allah untuk seluruh umat manusia,

Selain itu beliau pun menyeru agar setiap orang menyelamatkan dirinya sendiri dari siksa neraka yakni dengan mau tunduk pada Allah semata. Beliau menegaskan saat itu bahwa beliau menyeru kepada Allah dan bertanya kepada kaum kerabatnya, siapakah diantara mereka yang akan mendukung perjuangn dakwahnya. Saat itu diantara yang hadir adalah Bani Ka’ab bin Luay, Bani Murrah bin Ka’ab, Bani Hasyim, Bani Abdu Manaf, Bani Abdu Syamsin, Bani Zuhro, Bani Abdul Muthallib.

Abu Lahab mengacaukan pertemuan itu dan memprovokasi semua yang hadir untuk segera menangkap Muhammad dengan alasan: Dakwah Nabi adalah dakwah yang berbahaya yang akan menyebabkan beliau sendiri celaka karena akan dimusuhi manusia, orang-orang yang mendukungnya pun akan celaka karena pasti akan diperangi bangsa-bangsa lain, Muhammad hanyalah pemuda yang sedang mengalami gangguan psikologis, dlsb.

Saat itu Shafiyyah bibi Rasullah membela dan mengatakan kepada Abu Lahab bahwa bukankah memang ada berita dari orang-orang terdahulu bahwa salah seorang keturunan Abdul Muthallib akan menjadi Nabi? Tapi, pembelaan ini malah semakin membuat Abu Lahab kalap, kata-katanya semakin keji, dia mengatakan bahwa orang Quraisy tidak akan tinggal diam, kepala Muhammad pasti akan dilumat orang Quraisy. Hal ini menyebabkan Abu Thalib tampil dan menegaskan bahwa selama dia masih hidup Muhammad akan selalu dilindunginya.

Rasululloh terus melakukan sosialisasi hingga dikota mekah tiada issu yang paling update saat itu selain satu nama yaitu “MUHAMMAD”  umuumudda,wah (sosialisasi) mulai dilakukan oleh rasululloh pasca teguran Alloh atas beliau ketika beliau berselimut setelah mendapatkan wahyu, Alloh berfirman surat Al-Mudatsir Ayat 1-2:



Hai orang yang berkemul (berselimut),(1) bangunlah, lalu berilah peringatan!(2) (QS:74:1-2)


2.KATSROTUL ANSOOR : MEMPERBANYAK PENDUKUNG .

Setelah dakwah disosialisasikan dimana saja,kapan saja,tanpa mengenal lelah dan tanpa mengenal Tak PeDe,barulah   adanya orang-orang yang bergabung mendukung perjuangan , saat itu muncullah pendukung –pendukung dakwah assabiunal awwalun yang terdiri dari : Khadijah, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abu Thalib, Abu bakar, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Waraqah bin Naufal, Zubair bin Al-Awwam, Abu Dzar Al-Ghifari, Umar bin Anbasah, Sa’id bin Al-Ash, Abdurrahman bin Auf, Ummu Aiman, Arqam bin Abi Arqam, Abdullah bin Mas’ud, Amr bin Yassir, Yassir, Sa’ad bin Zaid, Amir bin Abdullah, Ja’far bin Abu Thalib, Khabbab, Bilal bin Rabah, Ummu Fadhl, Shafiyyah, Asma, Fatimah bin Khattab.dari merekalah cikal bakal pertumbuhan kader pendukung perjuangan dakwah rasululloh SAW,setiap mereka yang telah mendapatkan hidayah,mereka mulai menyebarkan dakwah islam kepada siapa saja untuk memperbanyak pendukung . Firman Alloh dalam surat Yusuf ayat 108 ,Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

3.MATAANATUTTAKWIIN : KOKOHKAN PEMBINAAN
                 
Kokohnya pembinaan yang dilakukn oleh rasululloh digambarkan oleh Al-quran termasuk keberhasilan rasul membentuk karate orang-orang yang dibinanya.dalam surat Alfath ayat 29 Alloh berfirman “’, Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.            

Setiap orang yang sudah berhasil direkrut dibina dengan baik,intensif an berkesinambungan,bahkan rasululloh menanyakan laporan ibadah yaumiyah para binaannya disetiap kesempatan :’,Siapa yang hari ini bersadaqoh?, Siapa yang hari ini shaum, siapa yang semalam Qiyamullail? dan seterusnya, ini dilakukan beliau untuk mengokohan pembinaan,setelah itu beliau menugaskan para sahabat yang sdh memiliki kafaah (kemampuan) membina untuk segera membina,seperti yang dilakukan oleh Abu Dzar yang berhasil mengislamkan dan menjadi shohibul wilayah suku ghifar,seperti yang dilakukan oleh Mushab bin Umair yang ditugasi Rasul untuk membina diMadinah dan akhirnya dari pembinaan yang berantai (Talaqqi) akhirnya islam dan dakwahpun tersampaikan kepada kita semua…

Wallohu A’lam bishowab
http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/05/mridwan.jpg
Ustadz Muhammad Ridwan 
 
Islamedia

21.33 | Posted in , , | Read More »

Dampak Isti'jaal : Berhasil Dalam Permulaan Semata



Meski suatu harakah telah memiliki banyak anggota, bekal serta peralatan yang cukup, namun jika tidak menilai akibat seperti makin berkuasanya musuh-musuh dan timbulnya fitnah dan tindak pembalasan oleh rakyat, maka semua itu dapat menyebabkan isti'jaal.
Mungkin inikah rahasia perintah Islam untuk tetap bersabar dalam menghadapi para penguasa, selama mereka belum menunjukkan kekufuran secara jelas dan keluar dari jalur Islam secara nyata. Sabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam.
"Barangsiap yang mendapatkan dari pemimpinnya sesuatu yang ia tidak sukai, maka hendaknya ia bersabar, karena barangsiapa yang memisahkan diri dari jama'ah satu jengkal, kemudian mati, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah". (HR Bukhari dan Muslim)
Ubadah Ibnush Shamit ra meriwayatkan bahwasanya ia pernah dipanggil Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, kemudian berbai'at kepadanya. Beliau bersabda :
"Sesungguhnya kami berbai'at untuk mendengar dan taat, baik pada waktu suka ataupun tidak suka (duka), baik pada waktu sulit maupun lapang, dan tidak akan bersikap mementingkan diri sendiri, dan supaya kami tidak melanggar perintah, kecuali jika kami melihat kekufuran yang merupakan isyarat dari Allah yang terbukti kebenarannya".
Kita tidak boleh menentang para pemimpin kita (penguasa) dalam menjalankan kepemimpinannya, dan janganlah menolak mereka, kecuali jika mereka jelas-jelas melihat mereka melakukan kekufuran serta telah keluar dri tuntutan Islam. Jika kita telah menyaksikan hal seperti itu, maka kita wajib menegur dengan lisan dan dengan hati. Kita tidak boleh (haram) keluar dari berisan, apalagi berusaha memerangi, sebelum segala sesuatunya jelas dan mendapatkan persetujuan dari mayoritas kaum muslimin lainnya. Ibnu at-Tin, dari Ad-Daudi, mengatakan, "Yang wajib diakukan oleh para ulama dalam menghadapi penyelewengan para pemimpin, yaitu bagaimana caranya dapat menurunkannya tanpa harus diwarnai fitnah dan perbuatan dzalim. JIka tidak demikian, maka mereka itu (para ulama) wajib untuk tetap berlaku sabar". (Fathul Bahri)
Tidak Adanya Program dan Methode yang Menyerap Potensi.
Hal ini dapat mengantarkan seorang aktivis ke arah isti'jaal.Sesungguhnya manusia itu berada diantara dua kemungkinan, yakni jika tidak disibukkan oleh sesuatu yang haq, maka ia akan disibukkan dengan sesuatu yang bathil. Karena itu, Islam menekankan kepada setiap muslim untuk memanfaatkan aktivitas harian, mingguan, bulanan, dan tahunannya dengan sebaik-baiknya dalam perspektif amaliyah Islam.
Kemudian Islam juga menyeru kepada para pemimpin umat agar mereka mengonsentrasikan diri dan berdaya upaya dalam mencari dan menemukan serta menyediakan aneka sarana yang sekiranya dapat memberikan kemaslahatan yang sebanyak-banyaknya b agi kepentingan kaum muslimin. Jka mereka tidak melakukan hal yang seperti itu, niscaya mereka akan diharamkan dari surga-Nya. Sebagasimana sabda Rasulullah Shallahu alaihi was sallam :
"Tak seorang pemimpin pun yang membawahi kaum msulimin, kemudian tidak berupaya untuk mereka dan tidak jujur kepada mereka, kecuali ia tidak akan masuk surga bersama mereka". (HR Bukhari)
Mengerjakan Amal Tanpa Keahlian
Seseorang yang melakukan suatu pekerjaan tanpa keahlian dan pengalaman, akan dapat mendorong dirinya berlaku isti'jaal. Sesungguhnya manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa tentang kehidupan di dunia ini. Sebagaimana firman-Nya:
"Dan Allah yang mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan kalian tiak mengetahui apa-apa". (QS : an-Nahl : 78)
Dengan anugerah Allah, manusia diberi pendengaran, penglihatan, dan hati. Dengan itu mereka mulai belajar, baik melalui buku maupun lewatr pengalaman dan praktik. Pelajaran yang didapat melalui pengalaman merupakan guru yang baik. Dengandemikian, dalam mempelajari perjalanan dakwah, para aktivisnya sudah semestinya belajar dari orang-orang yang memiliki kemampuan dan pengalaman, maka pasti perjalanan dakwah yang akan dilakukannya banyak menghadapi kendala dan kesalahan serta dirinya akan gampang bersikap isti'jaal.
Barangkali inilah sebabnya Islam mewasiatkan umatnya untuk menghormati para ulama, orang-orang tua, dan orang yang memiliki kelebihan. Rasulullah shallahu alaihi was sallam bersabda :
"Yang berhak mengimani suatu kaum adalah orang yang paling pandai membaca Kitabullah, dan jika terdapat persamaan dalam kepandaian membaca maka (ditunjuk) yang paling mengetahui Sunnah. Kalau dalam pemahaman Sunnah sama, maka yang paling dahulu hijrah. Dan sama-sama berhijrah, maka yang paling dahulu masuk Islam. dan tidak seorang memberi jaminan keamanan kepda orang lain dalam kekuasaannya, dan janganlah dduuk di rumahnya kecuali denga izinnya sebagai kehormatan baginya". (HR Muslim)
Selain itu, manfaat lain dair hal tersebut yakni sesoran gaktivis dapat memetik hasil dari buah pengalaman dan keahlian mereka selama menjalani hidup yang panjang. Ini karena pada umumnya, secara psychologis, para orang tua (senior) akan memberi kepada yang memintanya selama yangmeminta itu dapat bersikap baik atau menempatkan dirinya secara proporsional. Wallahu'alam.
 eramuslim

21.31 | Posted in , , | Read More »

DT Desa Situmandala

DT Nurul Hasan





00.13 | Posted in , , , | Read More »

DTA NURUL HIDAYAH MUBAROKAH

00.11 | Posted in , , | Read More »

DTA NURUL HASAN

00.06 | Posted in , , | Read More »

DT Desa Cileungsir

DT Nurul Iman

DT Baitul Muttaqiin

DT Al-Ikhlas

DT Al-Hidayah

DT Manbaul Huda

DT Bahrul Ulum









DT Al-Barkah








DT Al-Fatah

00.05 | Posted in , , , | Read More »

KETUA KKDT/FKDT KECAMATAN RANCAH/SEKUM FKDT KAB. CIAMIS



Nama
Tanggal Lahir
Pendidikan


Alamat

Status
Nama Istri
Nama Anak
Pekerjaan
Hobi
Pesan
Kesan
Album Photo Keluarga
Album Video Keluarga
:
:
:


:

:
:
:
:
:
:
:
:
:
Syarip Hidayat, S.Ag.
01 September 1975
RT 01 RW 09 Dusun Sukacai Desa/Kec. Rancah Kab. Ciamis Jawa Barat Kode Pos 46387 HP 081572198567
Suami
Heni Hendayani
Akmal Arif Kholifatulloh
Staff Pengajar di MA Negeri Rancah
Berorganisasi terutama pendidikan
Sok lah tong parasea, anggur urang ngahiji ngarah FKDT jadi gede
Sagala rupa oge jadi kesan





21.14 | Posted in , , , | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added