FKDT Cianjur Minta Dewan Bisa Buat Perda MD

CIANJUR, (PRLM).- Sekitar seratus guru tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Cianjur, Selasa (3/5) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Mereka datang untuk melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Cianjur sekaligus mendesak agar Peraturan Daerah (Perda) Madrasah Diniyah Takmilyah (MD) segera dibuat.
Ketua FKDT Kabupaten Cianjur, Sen Ali Farsyah mengatakan, MD merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam, berupa lembaga-lembaga pendidikan di pondok pesantren maupun di luar. "Lembaga pendidikan Islam, MD ini sudah lama diselenggarakan di Indonesia, termasuk di Cianjur,” katanya.
Dikatakan, munculnya ide-ide pembaharuan pendidikan di Indonesia, membuat dunia madrasah pun ikut melakukan pembaharuan. Beberapa organisasi pendidikan yang menyelenggarakan madrasah mulai menyusun kurikulum, termasuk memberikan pelajaran umum. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Perda Diniyah Takmiliyah segera dibuat. Sebab nantinya akan lebih memperkukuh keberadaan diniyah, sehingga dapat berperan positif dalam pembangunan nasional dan berguna bagi masyarakat.
Hal yang sama dikatakan Sekretaris FKDT Kecamatan Cidaun, Muhammad Abdul Halim. Menurut dia, lahirnya Perda MD sangat dibutuhkan dalam mendukung pembinaan pendidikan keagamaan yang profesional. Sebab nantinya kedudukan dan fungsi akan tertata dan memiliki legalitas berdasarkan perundangan daerah.
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Susilawati mengatakan pihaknya mendukung lahirnya Perda sesuai aspirasi FKDT. Sebab melalui Perda ini, nantinya keberadaan MD di kabupaten Cianjur akan lebih kuat. “Kami akan mengusulkan aspirasi ini ke badan legislasi, nantinya akan dibahas tentang rencana perda tersebut. Intinya, kami mendukung sekali usulan Perda MD ini,” tuturnya. (A-116/das)***

21.16 | Posted in , | Read More »

Foke : Ponpes Ujung Tombak Pembangunan Bangsa

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan pondok pesantren (ponpes) merupakan ujung tombak untuk membangun kejayaan bangsa. Peran itu telah dilakukan ponpes di masa lalu maupun di masa  yang akan datang.
“Namun sekarang ini kita merasa prihatin dengan mereka yang memiliki pemahaman agama yang sempit karena akibat perbuatan tercela itu kita semua yang terkena dampaknya,” kata pria yang akrab disapa Foke pada acara Silaturahmi dan Tablig Akbar Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Takmiliyah se-DKI Jakarta, di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat.
Hadir pada cara Menteri Agama Suryadharma Ali dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta Sutami.  Acara itu juga dihadiri para pelajar madrasah dan para santri.
Foke menambahkan  silaturahmi ini bersama dengan peringatan ke-103 Hari Kebangkita Nasional dan juga 100 tahun kebangkitan santri. Peringatan ini agar dijadikan momentum untuk terus meningkatkan kemajuan di bidang pendidikan, sehingga pesantren bisa menjadi pilihan bagi keluarga muslim untuk mendidik putra-putri
mereka.
Ia juga menegaskan peringatan ke-103 Kebangkitan Nasional ini untuk meningkatkan ukhuwah wathoniah (persaudaraan kebangsaan) dan juga meningkatkan syiar Islam. Generasi muda akan menghadapi tantangan ke depan, karena itu mereka selain harus memiliki ilmu pengatahuan tapi juga harus dibekali iman dan taqwa serta memiliki akhalakul kharimah, termasuk memiliki jatidir bangsa. (johara/B)

21.10 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added